Pengajian Dewan Guru dan Tenaga Kependidikan Bersama Ustad Nazli Hasan, Lc.

Lhokseumawe — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, Dewan Guru dan Tenaga Kependidikan MIN 3 Kota Lhokseumawe mengikuti kegiatan pengajian bersama Ustad Nazli Hasan, Lc. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang guru pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan menjadi momentum bagi keluarga besar MIN 3 Kota Lhokseumawe untuk menambah wawasan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antara sesama guru dan tenaga kependidikan.

Pada kesempatan tersebut, Ustad Nazli menyampaikan kajian mengenai keutamaan shalat sunnah. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan bahwa “Shalat sunnah merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menyempurnakan kekurangan dalam pelaksanaan shalat wajib,”Ujar Ustad Nazli.

Ustad Nazli juga mengingatkan pentingnya membiasakan diri melaksanakan shalat-shalat sunnah, seperti shalat rawatib, dhuha, tahajud, witir, dan berbagai shalat sunnah lainnya sesuai dengan tuntunan syariat. Selain memiliki keutamaan dan pahala, membiasakan shalat sunnah juga diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih disiplin, istiqamah, dan senantiasa mengingat Allah SWT.

Lebih lanjut, Ustad Nazli mengajak seluruh peserta pengajian untuk tidak hanya memahami ilmu agama secara teori, tetapi juga berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pendidik, guru memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan kepada peserta didik, termasuk dalam hal kedisiplinan beribadah dan pembentukan akhlak mulia.

Kegiatan pengajian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi seluruh Dewan Guru dan Tenaga Kependidikan MIN 3 Kota Lhokseumawe untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini, MIN 3 Kota Lhokseumawe terus berkomitmen menciptakan lingkungan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan spiritualitas seluruh warga madrasah.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *